ResepGerak.ID
Program Pencegahan

Program Pencegahan Cedera Bahu

Cedera bahu bisa dicegah. Pelajari program pencegahan cedera bahu berbasis bukti dengan warm-up, penguatan rotator cuff, dan latihan skapula yang tepat.

Ilustrasi: Program Pencegahan Cedera Bahu

Cedera bahu adalah salah satu cedera olahraga yang paling sering terjadi dan paling sering bisa dicegah. Penelitian menunjukkan bahwa program pencegahan yang tepat dapat mengurangi insiden cedera bahu pada atlet overhead hingga 28% [1]. Yang dibutuhkan adalah latihan yang tepat, dilakukan secara konsisten. Artikel ini adalah panduan berbasis bukti untuk menjaga bahu tetap sehat dan fungsional baik untuk Anda yang aktif berolahraga maupun yang ingin mencegah nyeri bahu akibat aktivitas sehari-hari.

Mengapa Bahu Lebih Rentan dari Sendi Lain?

Sendi bahu (glenohumeral joint) memiliki keistimewaan yang sekaligus menjadi kelemahannya: ia adalah sendi dengan rentang gerak terluas di seluruh tubuh. Stabilitas sendi bahu bukan berasal dari struktur tulangnya, tapi dari otot, tendon, dan ligamen yang mengelilinginya [2]. Hal ini berarti kekuatan dan koordinasi otot-otot sekitar bahu terutama rotator cuff dan otot stabilisator skapula menjadi penentu utama seberapa aman bahu bekerja. Ketika otot-otot ini lemah atau tidak terkoordinasi, risiko cedera meningkat signifikan.

Populasi yang paling berisiko mencakup atlet dengan gerakan overhead aktif (bulu tangkis, renang, voli, tenis, bisbol), pekerja yang sering mengangkat tangan di atas kepala, dan orang yang baru meningkatkan volume latihan secara drastis. Studi epidemiologis menunjukkan bahwa 36% atlet dengan gerakan overhead mengalami minimal satu episode cedera bahu per tahun [3].

Program Latihan Pencegahan Cedera bahu

Berdasarkan Bern Consensus Statement 2022 dan JOSPT Clinical Practice Guideline 2025, program pencegahan cedera bahu yang efektif dibangun di atas tiga pilar yang saling melengkapi [1,4]:

Scapular retraction (3 × 15 rep, tahan 3 detik) - Belikat ke belakang DAN ke bawah, bahu tidak terangkat

Scapular retraction

Wall Slide (3 × 10 rep) - Berdiri dengan punggung menempel pada dinding. Lalu geser kedua lengan ke atas secara perlahan sambil menjaga punggung dan lengan tetap menyentuh dinding

Wall Slide / Wall Angle

Prone Y–T–W (3 × 10 rep/posisi) -> Tahan 2 det tiap posisi

Prone Y-T-W

External Rotation With Band - 3x12reps/sisi

External Rotation With Band

Internal Rotation With Band - 3x12reps/sisi

Internal Rotation With Band

Push up Plus - 3x12reps

Push up Plus

Facepull with Resistance Band - 3x12reps

Facepull with Resistance Band

Referensi Pendukung

  1. Schwank A, Blazey P, Asker M, et al. 2022 Bern Consensus Statement on shoulder injury prevention, rehabilitation, and return to sport for athletes at all participation levels. J Orthop Sports Phys Ther. 2022;52(1):11-28.doi: doi:10.2519/jospt.2022.10952Buka sumber
  2. Tang L, Zhong Y, Liang J, et al. Effect of scapular stabilization exercises on subacromial pain syndrome: a systematic review and meta-analysis of RCTs. Front Neurol. 2024;15:1357763.doi: doi:10.3389/fneur.2024.1357763Buka sumber
  3. Kibler WB, Sciascia AD. Evaluation and management of scapular dyskinesis in overhead athletes. Curr Rev Musculoskelet Med. 2019;12(4):515-526.doi: doi:10.1007/s12178-019-09591-1Buka sumber
Editorial

Artikel Terkait

Artikel lain di Program Pencegahan, Bahu.

Lihat semua di section ini