ResepGerak.ID
Cedera Umum

Frozen Shoulder / (Adhesive Capsulitis): Panduan Berbasis Bukti

Bahu makin kaku dan nyeri setiap hari? Kenali frozen shoulder, fasenya, dan cara latihan yang aman berdasarkan panduan klinis terbaru.

Ilustrasi: Frozen Shoulder / (Adhesive Capsulitis): Panduan Berbasis Bukti

Dimulai dari nyeri ringan yang Anda abaikan, kemudian secara perlahan bahu Anda semakin sulit digerakkan sampai akhirnya mengikat rambut sendiri, memasang bra, atau mengambil dompet dari saku belakang menjadi kegiatan yang menyakitkan. Jika ini yang Anda alami, Anda mungkin mengalami frozen shoulder atau adhesive capsulitis.

Apa itu Frozen Shoulder?

Frozen shoulder (bahu kaku) atau adhesive capsulitis adalah kondisi di mana kapsul sendi bahu mengalami peradangan dan kemudian menebal dan menyusut secara bertahap, sehingga membatasi gerak bahu dari semua arah. Berbeda dari cedera rotator cuff yang lebih terasa saat gerakan overhead (gerakan tangan di atas kepala) saja, frozen shoulder membatasi hampir semua arah gerak bahu.

Kondisi ini memengaruhi sekitar 2-5-3% populasi umum, namun prevalensinya jauh lebih tinggi pada penderita diabetes mellitus (4,3-38%) dan gangguan tiroid. Jika Anda menderita diabetes dan mengalami kekakuan bahu, segera konsultasikan ke dokter karena kondisi ini membutuhkan penanganan yang disesuaikan [1,2].

Tiga Fase Frozen Shoulder

Fase 1 — Freezing

Fase paling nyeri. Bahu mulai terasa sakit, terutama di malam hari dan saat gerakan ke batas akhir rentang gerak. Nyeri bisa muncul bahkan tanpa gerakan. Belum ada kekakuan yang signifikan, tapi mulai ada. Pada fase ini: fokus pada pengelolaan nyeri, bukan pemaksaan gerak. Gerakan lembut dalam batas nyeri yang dapat ditoleransi.

Fase 2 — Frozen

Nyeri mulai berkurang, tapi kekakuan memuncak. Bahu sangat terbatas geraknya ke semua arah, terutama rotasi eksternal. Ini adalah fase yang paling mengganggu aktivitas sehari-hari. Pada fase ini: latihan peregangan menjadi andalan. Pendekatan 'matched to irritability' intensitas latihan disesuaikan dengan tingkat nyeri saat itu.

Fase 3 — Thawing

Kekakuan perlahan membaik. Gerakan kembali, meski mungkin tidak 100% seperti semula. Fase ini membutuhkan latihan penguatan untuk mengembalikan fungsi penuh. Pada fase ini: kombinasi peregangan dan penguatan. Progres ke latihan yang lebih aktif dan fungsional.

Gejala yang Perlu Anda Kenali

  • Nyeri bahu yang berangsur memburuk selama beberapa minggu hingga bulan
  • Kekakuan yang progresif, semakin lama semakin terbatas geraknya
  • Keterbatasan rotasi eksternal (memutar lengan ke luar) biasanya terjadi paling awal
  • Kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari: menyisir rambut, mengenakan baju, mengambil dompet dari saku belakang
  • Nyeri di malam hari yang mengganggu tidur, terutama di fase awal

Latihan Berbasis Bukti

Panduan terbaru menekankan bahwa latihan yang 'matched to irritability' (disesuaikan dengan tingkat nyeri) lebih efektif daripada latihan yang agresif memaksakan gerak. Prinsip ini penting: rasa sakit yang timbul saat latihan harus kembali ke tingkat semula dalam 24 jam [1,2].

Latihan untuk Fase Freezing

Tujuan: pertahankan gerak yang ada, jangan memperburuk nyeri.

  • Pendulum exercise : bungkukkan badan, biarkan lengan tergantung bebas, ayun perlahan membentuk lingkaran kecil, 2 menit, 3x sehari
  • Finger Walking: Lakukan 3x8 Reps,untuk latihan Range Of Motion
Pendulum Exercise
Finger Walking

Latihan Fase Frozen & Thawing

Coming Soon...

Referensi Pendukung

  1. Kim PH, et al. Clinical Practice Guidelines for Diagnosis and Non-Surgical Treatment of Primary Frozen Shoulder. Ann Rehabil Med. 2025.doi: DOI: 10.5535/arm.250057Buka sumber
  2. Kelley MJ, Shaffer MA, Kuhn JE, et al. Shoulder Pain and Mobility Deficits: Adhesive Capsulitis — JOSPT CPG. J Orthop Sports Phys Ther. 2013;43(5):A1-31.doi: doi:10.2519/jospt.2013.0302Buka sumber
  3. Page MJ, Green S, Kramer S, Johnston RV, McBain B, Buchbinder R. Electrotherapy modalities for adhesive capsulitis (frozen shoulder). Cochrane Database Syst Rev. 2014;10:CD011324doi: doi:10.1002/14651858.CD011324Buka sumber
  4. Challoumas D, Biddle M, McLean M, Millar NL. Comparison of treatments for frozen shoulder: systematic review and network meta-analysis. BMJ. 2020;372:n1689.doi: DOI: 10.1001/jamanetworkopen.2020.29581Buka sumber
  5. Pandey V, Madi S. Clinical Guidelines in the Management of Frozen Shoulder: An Update. Indian J Orthop. 2021;55(2):299-309.doi: doi:10.1007/s43465-021-00351-3Buka sumber
Editorial

Artikel Terkait

Artikel lain di Cedera Umum, Bahu.

Lihat semua di section ini