Tibialis posterior tendinopathy adalah degenerasi pada tendon tibialis posterior — tendon yang berasal dari otot tibialis posterior di bagian dalam tungkai bawah, berjalan di belakang malleolus medial (mata kaki bagian dalam), dan melekat di berbagai tulang telapak kaki tengah. Tendon ini adalah stabilisator utama lengkung kaki bagian dalam (medial longitudinal arch) .
Apa itu Tibialis Posterior Tendinopathy?
Tibialis posterior tendinopathy adalah degenerasi pada tendon tibialis posterior, tendon yang berasal dari otot tibialis posterior di bagian dalam tungkai bawah, berjalan di belakang malleolus medial (mata kaki bagian dalam), dan melekat di berbagai tulang telapak kaki tengah. Tendon ini adalah stabilisator utama lengkung kaki bagian dalam (medial longitudinal arch) . Kondisi ini merupakan penyebab tersering adult-acquired flatfoot deformity (kondisi kaki datar yang muncul saat dewasa). Jika tidak ditangani, kegagalan tendon menyebabkan kolapsnya lengkung medial secara progresif [2].
Gejala
- Nyeri dan bengkak di sisi dalam pergelangan kaki, sepanjang jalur tendon tibialis posterior
- Sulit atau tidak bisa melakukan single-leg heel rise (berdiri di ujung satu kaki)
- Perubahan bentuk kaki: kaki terlihat semakin datar
- Nyeri membaik dengan istirahat, namun kembali saat aktivitas
Faktor Risiko
- Hiperpronasi (kaki terlalu miring ke dalam) :meningkatkan stres pada tendon tibialis posterior secara eksponensial
- Kelebihan berat badan atau obesitas [2]; wanita usia di atas 40 tahun
- Riwayat hipertensi, diabetes, atau terapi steroid jangka panjang
- Riwayat medial ankle sprain atau cedera sisi dalam pergelangan kaki [3]
Program Latihan Berbasis Bukti
Exercises
Fase 2&3
Coming Soon
Referensi Pendukung
- Ling SK, Lui TH. Posterior Tibial Tendon Dysfunction: An Overview. Open Orthop J. 2017;11:714-723. Published 2017 Jul 31.doi:
10.2174/1874325001711010714Buka sumber - Ross MH, Smith MD, Vicenzino B. Characterising tibialis posterior tendinopathy using the International Classification of Functioning, Disability and Health: a cross sectional study. Braz J Phys Ther. 2023;27(2):100498. doi:10.1016/j.bjpt.2023.100498doi:
10.1016/j.bjpt.2023.100498Buka sumber - Ross MH, Smith MD, Mellor R, Vicenzino B. Exercise for posterior tibial tendon dysfunction: a systematic review of randomised clinical trials and clinical guidelines. BMJ Open Sport Exerc Med. 2018;4(1):e000430. Published 2018 Sep 19.doi:
10.1136/bmjsem-2018-000430Buka sumber - Rhim HC, Dhawan R, Gureck AE, et al. Characteristics and Future Direction of Tibialis Posterior Tendinopathy Research: A Scoping Review. Medicina (Kaunas). 2022;58(12):1858. Published 2022 Dec 16. doi:10.3390/medicina58121858doi:
10.3390/medicina58121858Buka sumber







