Pagi hari ketika bangun tidur, melangkah keluar dari tempat tidur, langsung terasa nyeri tajam seperti tertusuk di tumit. Nyeri itu sedikit berkurang setelah beberapa langkah, namun kembali muncul setelah duduk lama atau berdiri terlalu lama. Ini adalah pola khas plantar fasciitis, penyebab nyeri tumit tersering yang dialami jutaan orang, baik pelari profesional maupun mereka yang hanya berdiri seharian di tempat kerja.
Apa itu Plantar Fasciitis?
Plantar fasciitis adalah peradangan dan degenerasi mikro pada plantar fascia. Plantar fascia adalah sebuah jaringan ikat tebal yang membentang dari tulang tumit (calcaneus) hingga ke pangkal jari-jari kaki. Plantar fascia berfungsi sebagai pegas yang menyerap gaya benturan saat berjalan dan berlari, serta menjaga lengkung kaki. Ketika jaringan ini mengalami tekanan berulang melebihi kapasitas penyembuhannya, terjadi robekan dan degenerasi yang menimbulkan nyeri. Kondisi ini menyumbang sekitar 10% dari seluruh cedera terkait lari dan merupakan penyebab tersering nyeri tumit pada orang dewasa aktif.
Mekanisme
Plantar fascia menanggung beban yang sangat besar saat berlari. Kelebihan beban yang berulang dan terus menumpuk membuat jaringan telapak kaki tidak sempat pulih, sehingga akhirnya terjadi plantar fasciitis.

Gejala
- Nyeri tajam di tumit bagian bawah, paling hebat pada langkah pertama di pagi hari atau setelah duduk lama.
- Nyeri membaik setelah beberapa menit berjalan, namun kembali muncul setelah berdiri atau berjalan lama
- Nyeri saat menekan titik tepat di bagian dalam depan tulang tumit (titik insersi plantar fascia)
- Kekakuan kaki di pagi hari
- Nyeri memburuk saat berjalan tanpa alas kaki di permukaan keras
Faktor Risiko
- Peningkatan volume lari yang terlalu cepat
- Flat foot (kaki datar) atau high arch foot (kaki dengan lengkung tinggi)
- Kelemahan otot betis dan kekakuan tendon Achilles
- Pekerjaan yang mengharuskan berdiri lama di permukaan keras (guru, perawat, kasir)
- Kelebihan berat badan
- Usia 40–60 tahun
- Sepatu dengan bantalan tumit yang sudah rusak atau tidak memadai
Panduan Latihan Berbasis Bukti
Fase 1
Fase 2&3
Coming Soon
Referensi Pendukung
- Riel H, Vicenzino B, Jensen MB, et al. The effect of isometric exercise on pain in individuals with plantar fasciopathy: a randomized crossover trial. Scand J Med Sci Sports. 2018;28(12):2643–50.doi:
10.1111/sms.13272Buka sumber - Fraser JJ, Corbett R, Donner C, Hertel J. Does manual therapy improve pain and function in patients with plantar fasciitis? A systematic review. J Man Manip Ther. 2018;26(2):55–65.doi:
10.1080/10669817.2017.1322736Buka sumber - Sulowska I, Mika A, Oleksy Ł, Stolarczyk A. The influence of plantar short foot muscle exercises on foot posture and fundamental movement patterns in long-distance runners. BioMed Res Int. 2019;2019:6279507.doi:
10.1155/2019/6279507Buka sumber - Boob MA, Phansopkar P, Somaiya KJ. Comprehensive Physiotherapy Rehabilitation Protocol of Plantar Fasciitis for a 45-Year-Old Female: A Case Report. Cureus. 2024;16(1):e51585. Published 2024 Jan 3. doi:10.7759/cureus.51585doi:
10.7759/cureus.51585Buka sumber - Nweke TC. Comprehensive Review and Evidence-Based Treatment Framework for Optimizing Plantar Fasciitis Diagnosis and Management. Cureus. 2025;17(7):e88745. Published 2025 Jul 25. doi:10.7759/cureus.88745doi:
10.7759/cureus.88745Buka sumber







