ResepGerak.IDRESEPGERAK.ID
Cidera Khas

Mengelola Nyeri Lutut pada Pelari Rekreasional

Kapan harus istirahat dan kapan boleh terus berlari, berdasarkan beban dan respons nyeri.

dr. Ratih Anggraini, SpKOSection Editor, Olahraga

Nyeri lutut pada pelari rekreasional biasanya muncul karena dosis berlari yang naik terlalu cepat, bukan karena teknik yang buruk. Kabar baiknya, sebagian besar nyeri ini dapat dikelola tanpa berhenti total.

Aturan praktis 3/10

Nyeri dengan intensitas 0 sampai 3 dari 10 selama berlari, yang hilang dalam 24 jam pasca latihan, umumnya aman untuk dilanjutkan dengan modifikasi dosis. Nyeri 4 ke atas atau yang menetap perlu evaluasi.

Tiga penyebab paling umum

  1. Patellofemoral pain syndrome, nyeri di belakang atau di sekitar tempurung lutut
  2. Iliotibial band syndrome, nyeri di sisi lateral lutut
  3. Tendinopati patellar, nyeri tepat di bawah tempurung lutut saat melompat atau menuruni tangga

Pelari yang paling sedikit cedera bukan yang paling kuat, tapi yang paling konsisten mendengarkan tubuhnya.

Pelari rekreasional di trek
Latihan single-leg squat
Mobilitas pinggul
Glute bridge variasi
Latihan hip abductor
Pemanasan dinamis sebelum lari
Galeri ilustrasi latihan

Referensi Pendukung

  1. American College of Sports Medicine. ACSM's Guidelines for Exercise Testing and Prescription, 11th edition. Wolters Kluwer; 2024.
  2. World Health Organization. WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. Geneva: WHO; 2020.Buka sumber
Editorial

Artikel Terkait

Artikel lain di Cidera Khas, Lari.

Lihat semua di section ini
Pustaka

Pustaka Digital Terkait

Panduan PDF terkait Lari.

Semua PDF