Anda baru saja menyelesaikan smash keras di lapangan badminton, dan tiba-tiba terasa nyeri tajam di pergelangan tangan. Atau mungkin pergelangan tangan Anda terasa kaku dan nyeri setiap pagi setelah seharian mengetik. Cedera tangan dan pergelangan tangan adalah cedera yang sering diabaikan, namun sangat membatasi aktivitas sehari-hari dan performa olahraga. Data menunjukkan bahwa cedera tangan dan pergelangan tangan menyumbang 3–9% dari seluruh cedera olahraga, dengan prevalensi tertinggi pada cabang olahraga raket, climbing, dan olahraga bola. Kondisi akibat gerakan repetitif seperti radang pada tendon ibu jari (De Quervain tenosynovitis) dan sindrom carpal tunnel juga menjadi masalah yang cukup sering terjadi pada pekerja kantoran maupun atlet. Sebagian besar kasus ini dapat dicegah dengan program latihan yang tepat.
Mengapa Tangan dan Pergelangan Tangan Rentan Cedera?
Pergelangan tangan adalah sendi yang kompleks, terdiri dari 8 tulang kecil (os carpal), puluhan ligamen, dan sistem tendon yang sangat presisi. Saat melakukan gerakan repetitif seperti pukulan raket, rowing, atau mengetik, tendon dan ligamen pergelangan tangan menanggung beban berulang yang dapat melebihi kapasitas jaringan bila tidak dipersiapkan dengan baik.
Faktor Risiko Cedera
- Riwayat cedera sebelumnya yang tidak pulih sempurna: Pergelangan tangan yang pernah mengalami keseleo berisiko menjadi tidak stabil dalam jangka panjang jika kemampuan propriosepsi dan kekuatannya tidak dipulihkan dengan baik
- Kelemahan otot forearm, thenar, dan intrinsik tangan: otot-otot ini adalah stabilisator aktif pergelangan tangan. Ketika lemah, beban diserap oleh ligamen dan tendon yang lebih rentan cedera
- Proprioception pergelangan tangan yang buruk: sendi yang tidak terlatih bereaksi terlambat terhadap beban tiba-tiba, terutama saat jatuh atau gerakan balistik
Program Latihan Pencegahan Cedera Tangan & Pergelangan Tangan
Warm-up yang efektif untuk tangan bukan sekadar menggerak-gerakkan jari. Tujuannya adalah mengaktifkan sistem neuromuskular agar sendi bereaksi lebih cepat dan jaringan siap menanggung beban. Penelitian menunjukkan bahwa warm-up neuromuskular terstruktur 5–8 menit menurunkan risiko cedera pergelangan tangan akut hingga 30% pada atlet olahraga raket.
Referensi Pendukung
- Stögner VA, Kaltenborn A, Laser H, Vogt PM. Hand injuries in sports - a retrospective analysis of 364 cases. BMC Musculoskelet Disord. 2020;21(1):826. Published 2020 Dec 8. doi:10.1186/s12891-020-03807-zdoi:
10.1186/s12891-020-03807-zBuka sumber - Simpson AM, Donato DP, Veith J, Magno-Padron D, Agarwal JP. Hand and Wrist Injuries Among Collegiate Athletes: The Role of Sex and Competition on Injury Rates and Severity. Orthop J Sports Med. 2020;8(12):2325967120964622. Published 2020 Dec 15.doi:
10.1177/2325967120964622Buka sumber - Avery DM 3rd, Rodner CM, Edgar CM. Sports-related wrist and hand injuries: a review. J Orthop Surg Res. 2016;11(1):99. Published 2016 Sep 16.doi:
10.1186/s13018-016-0432-8Buka sumber - Ryan L, Doody O. The treatment, outcomes and management of hand, wrist, finger, and thumb injuries in the professional/amateur contact sport athletes: A scoping review. Int J Orthop Trauma Nurs. 2024;54:101108.doi:
10.1016/j.ijotn.2024.101108Buka sumber - Hong SJ, Lee MY, Lee BH. Effects of Wrist Stability Training Combined with Grip Strength Exercise on Pain and Function in Patients with Nonspecific Chronic Wrist Pain. Medicina (Kaunas). 2024;60(7):1144. Published 2024 Jul 16. doi:10.3390/medicina60071144doi:
10.3390/medicina60071144Buka sumber





