ResepGerak.ID
Cedera Umum

Wrist Sprain: Panduan Berbasis Bukti

Pergelangan tangan anda keseleo akibat jatuh saat olahraga? kenali gejala wrist sprain dan panduan latihan berbasis bukti

Ilustrasi: Wrist Sprain: Panduan Berbasis Bukti

Anda baru saja selesai bermain basket atau terjatuh saat berlari dan menahan badan dengan telapak tangan. Pergelangan tangan Anda terasa nyeri, sedikit bengkak, dan susah digerakkan. Anda mungkin sedang mengalami wrist sprain, cedera yang umum terjadi namun sering diremehkan. Artikel ini menjelaskan apa yang terjadi di dalam pergelangan tangan Anda dan langkah apa yang perlu diambil.

Apa itu Wrist Sprain?

Wrist sprain adalah cedera pada ligamen di pergelangan tangan. Ligamen merupakan jaringan ikat kuat yang menghubungkan tulang-tulang. Ligamen ini berperan menjaga sendi tetap stabil saat bergerak. Saat tangan menahan benturan atau mengalami gerakan yang berlebihan, ligamen ini bisa meregang atau bahkan robek sebagian. Secara medis, cedera ini diklasifikasikan dalam tiga derajat: Grade I (ligamen meregang, sendi stabil), Grade II (robekan parsial, sendi sedikit tidak stabil), dan Grade III (ligamen robek total, sendi tidak stabil). Wrist sprain termasuk cedera tersering di lingkungan olahraga, terutama pada olahraga kontak, bela diri, dan olahraga jatuh [1,2].

Mekanisme

Mekanisme tersering adalah FOOSH (fall on outstretched hand). Ketika tubuh jatuh dan tangan menyentuh lantai, gaya dari pergelangan tangan melampaui kapasitas elastisitas ligamen sehingga jaringan ikat meregang atau robek. Mekanisme lain meliputi: gerakan memutar pergelangan tangan secara mendadak (pada bela diri atau gymnastics), benturan langsung, dan gerakan berulang dalam posisi ekstrem [3]. Pergelangan tangan secara anatomis lebih rentan saat dalam posisi ekstensi penuh (pergelangan tangan ke arah atas).

Gejala

  • Nyeri di area pergelangan tangan, biasanya memburuk saat ditekan atau digerakkan
  • Bengkak dan kemerahan yang muncul dalam 24–48 jam pertama
  • Gerakan pergelangan tangan terasa terbatas dan kaku
  • Memar (lebam) di sekitar area cedera
  • Rasa tidak stabil pada sendi saat digunakan

Faktor Risiko

  • Atlet olahraga kontak: basket, voli, rugby, bela diri, dan gymnastics[2]
  • Pengguna inline skate, skateboard, atau olahraga ekstrem tanpa pelindung pergelangan tangan
  • Lansia (risiko jatuh lebih tinggi)
  • Individu dengan hipermobilitas sendi (sendi yang terlalu lentur) [3]
  • Riwayat cedera pergelangan tangan sebelumnya yang belum sembuh sempurna
  • Pemula yang baru memulai olahraga tanpa pemanasan dan teknik yang benar

Panduan Latihan Berbasis Bukti

Program latihan untuk wrist sprain mengikuti pendekatan bertahap yang sudah ditetapkan dalam literatur klinis. Penting untuk dicatat bahwa ini adalah panduan umum. Dokter anda mungkin memberikan protokol yang sedikit berbeda sesuai kondisi spesifik anda.

Fase 1 (Proteksi & Manajemen Nyeri)

  • Protection: Gunakan perban elastis atau wrist brace untuk melindungi sendi dari gerakan berlebihan
  • Rest: Kurangi atau hentikan aktivitas yang menyebabkan nyeri
  • Ice: Kompres es selama 15–20 menit, 3–4 kali per hari, selama 48–72 jam pertama, lapisi es dengan handuk tipis sebelum menempel ke kulit
  • Compression: Perban elastis untuk mengurangi bengkak
  • Elevation: Angkat tangan lebih tinggi dari posisi jantung saat duduk/tidur
Finger Extension Stretch - 3x10reps
Finger Tendon Gliding - 3x10 reps
Grip Squeeze - 3x10reps

Fase 2&3

Coming soon

Referensi Pendukung

  1. Margulies IG, Xu H, Gopman JM, et al. Narrative Review of Ligamentous Wrist Injuries. J Hand Microsurg. 2021;13(2):55-64.doi: 10.1055/s-0041-1724224Buka sumber
  2. Eschweiler J, Li J, Quack V, et al. Anatomy, Biomechanics, and Loads of the Wrist Joint. Life (Basel). 2022;12(2):188. Published 2022 Jan 27.doi: 10.3390/life12020188Buka sumber
  3. Ferguson R, Riley ND, Wijendra A, Thurley N, Carr AJ, Bjf D. Wrist pain: a systematic review of prevalence and risk factors- what is the role of occupation and activity?. BMC Musculoskelet Disord. 2019;20(1):542. Published 2019 Nov 14.doi: 10.1186/s12891-019-2902-8Buka sumber
  4. DiLeo SDF, Noori A, Day E, Burkhart TA, Paul RA, Chan AHW. Epidemiology and risk factors of wrist pain and injury in adolescent artistic gymnasts: a systematic review and meta-analysis. Orthop J Sports Med. 2026 Jan 14;14(1).doi: 10.1177/23259671251395329.Buka sumber
  5. Hong SJ, Lee MY, Lee BH. Effects of Wrist Stability Training Combined with Grip Strength Exercise on Pain and Function in Patients with Nonspecific Chronic Wrist Pain. Medicina (Kaunas). 2024;60(7):1144. Published 2024 Jul 16.doi: 10.3390/medicina60071144Buka sumber
Editorial

Artikel Terkait

Artikel lain di Cedera Umum, Pergelangan Tangan.

Lihat semua di section ini