Anda terbangun tengah malam karena tangan terasa kesemutan dan mati rasa, terutama di ibu jari, telunjuk, dan jari tengah. Atau mungkin anda sering menjatuhkan benda karena tangan mendadak lemas tanpa peringatan. Ini adalah gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS), kondisi yang sangat umum namun sering terlambat dikenali. Artikel ini menjelaskan apa yang terjadi dan bagaimana mengelolanya.
Apa itu Carpal Tunnel Syndrome?
Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah kondisi terjepit atau tertekannya saraf di carpal tunnel, sebuah saluran sempit di pergelangan tangan yang dibentuk oleh tulang-tulang dan ligamen. Saraf ini (nervus medianus) mengontrol sensasi di ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan setengah sisi jari manis, serta menggerakkan otot-otot kecil di pangkal ibu jari. CTS memiliki prevalensi 3–5% pada populasi umum dan hingga 14% pada populasi tertentu (pekerja pabrik, pengguna komputer intensif). Kondisi ini jauh lebih sering terjadi pada wanita (3:1 dibanding pria) dan pada rentang usia 40–60 tahun.
Mekanisme
Carpal Tunnel adalah ruang yang sangat sempit dengan volume terbatas. Ketika ada peningkatan tekanan, saraf dapat terjepit (kompresi). Kompresi dalam jangka waktu yang lama menyebabkan berkurangnya suplai darah pada saraf, dan mempengaruhi selaput saraf. Pada kasus yang kronis, bisa terjadi degenerasi saraf permanen yang menyebabkan kelemahan otot yang tidak bisa pulih sepenuhnya.

Gejala
- Kesemutan, mati rasa, atau sensasi terbakar di ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan setengah sisi jari manis.
- Gejala memburuk di malam hari atau pagi hari
- Gejala membaik sementara dengan mengibas-ibaskan tangan (Flick sign)
- Nyeri yang bisa menjalar ke atas hingga lengan bawah dan siku
- Pada kasus lanjut: kelemahan genggaman tangan, sering menjatuhkan benda, dan atrofi (pengecilan) otot di pangkal ibu jari
Faktor Risiko
- Jenis kelamin perempuan 3 kali lebih sering mengalami CTS dibanding pria
- Usia 40–60 tahun
- Pekerjaan yang melibatkan gerakan pergelangan tangan repetitif, getaran, atau posisi janggal (pekerja pabrik, kasir, pengguna komputer intensif)
- Kondisi medis komorbid: diabetes mellitus, hipotiroidisme, artritis reumatoid, obesitas, kehamilan
- Anatomi terowongan karpal yang lebih sempit secara bawaan
- Riwayat CTS sebelumnya atau riwayat keluarga dengan CTS
Panduan Latihan
Panduan American Academy of Orthopedic Surgeons (AAOS) merekomendasikan pendekatan konservatif sebagai lini pertama untuk CTS ringan hingga sedang. Rehabilitasi konservatif mencakup splinting malam hari, latihan saraf, latihan penguatan, dan modifikasi aktivitas.
Fase 1 (Proteksi & Modifikasi Aktivitas)
Tujuan: Mengurangi tekanan pada saraf median dan mengontrol faktor pemicu
- Wrist splint malam hari: gunakan night splint yang mempertahankan pergelangan tangan dalam posisi netral (0°). Ini adalah intervensi konservatif dengan bukti terkuat untuk CTS.
- Ergonomi tempat kerja: atur posisi keyboard dan mouse agar pergelangan tangan dalam posisi netral saat bekerja.
- Modifikasi aktivitas: kurangi gerakan repetitif pergelangan tangan yang memperburuk gejala.
Fase 2 & 3
Coming Soon
Referensi Pendukung
- Wipperman J, Goerl K. Carpal Tunnel Syndrome: Diagnosis and Management. Am Fam Physician. 2016;94(12):993-999.doi:
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28075090/Buka sumber - Schmid AB, et al. Brachial plexus neurodynamic testing and thumb sensation in carpal tunnel syndrome. J Hand Surg Eur Vol. 2022;47(8):817–23.doi:
10.3390/jcm12154888Buka sumber - Shi Q, MacDermid JC. Is surgical intervention more effective than non-surgical treatment for carpal tunnel syndrome? A systematic review. J Orthop Surg Res. 2011;6:17. Published 2011 Apr 11.doi:
10.1186/1749-799X-6-17Buka sumber - Zaralieva A, Georgiev GP, Karabinov V, Iliev A, Aleksiev A. Physical Therapy and Rehabilitation Approaches in Patients with Carpal Tunnel Syndrome. Cureus. 2020;12(3):e7171. Published 2020 Mar 3. doi:10.7759/cureus.7171doi:
10.7759/cureus.7171Buka sumber - Abdolrazaghi HA, Khansari M, Mirshahi M, Ahmadi Pishkuhi M. Effectiveness of Tendon and Nerve Gliding Exercises in the Treatment of Patients With Mild Idiopathic Carpal Tunnel Syndrome: A Randomized Controlled Trial. Hand (N Y). 2023;18(2):222-229. doi:10.1177/15589447211006857doi:
10.1177/15589447211006857Buka sumber





