ResepGerak.ID
Cedera Umum

Trigger Finger: Panduan Berbasis Bukti

Jari terasa kaku saat ditekuk? Kenali gejala trigger finger dan panduan latihan berbasis bukti

Ilustrasi: Trigger Finger: Panduan Berbasis Bukti

Jari Anda terasa kaku saat pertama kali ditekuk di pagi hari atau tiba-tiba macet saat menekuk dan harus diluruskan paksa dengan bunyi klik yang nyeri? Kondisi ini bukan sekadar jari kaku biasa. Trigger finger adalah masalah yang umum namun sering terlambat ditangani. Artikel ini menjelaskan apa yang terjadi di dalam jari Anda dan langkah-langkah yang perlu diambil.

Apa itu Trigger Finger?

Trigger finger adalah kondisi peradangan pada selubung tendon (tendon sheath) yang berfungsi untuk menekuk jari (tendon flexor jari). Akibat peradangan ini, selubung tendon menebal dan menyempit sehingga tendon tidak bisa bergerak lancar di dalamnya seperti benang pada lubang jarum yang terlalu sempit. Ini menyebabkan gerakan jari menjadi kaku, terasa terkunci, atau bahkan tersangkut dalam posisi menekuk. Kondisi ini paling sering mengenai ibu jari, jari tengah, dan jari manis, dan dapat terjadi pada satu atau beberapa jari sekaligus. Trigger finger memiliki prevalensi sekitar 2–3% pada populasi umum, dengan puncak insidensi pada usia 40–60 tahun.

Mekanisme

Trigger finger sering disebabkan karena gerakan repetitif, tekanan berulang yang menyebabkan terbentuknya benjolan kecil pada tendon itu sendiri

Gejala

  • Kekakuan jari terutama di pagi hari atau setelah periode istirahat panjang
  • Bunyi atau sensasi klik saat menekuk atau meluruskan jari
  • Nyeri di pangkal jari terutama saat ditekan atau saat digerakkan penuh
  • Jari tersangkut atau terkunci dalam posisi menekuk
  • Benjolan kecil teraba di pangkal jari yang nyeri saat ditekan
  • Gejala memburuk di pagi hari dan membaik setelah tangan dihangatkan dengan aktivitas

Faktor Risiko

  • Wanita usia 40–60 tahun
  • Pekerjaan atau hobi dengan gerakan menggenggam repetitif: pekerja pabrik, petani, musisi, atlet raket
  • Adanya penyakit penyerta diabetes mellitus (risiko 10 kali lebih tinggi), rheumatoid arthritis (penyakit autoimun), hipotiroidisme, gout arthritis
  • Riwayat penyakit De Quervain atau carpal tunnel syndrome
  • Pasca operasi pada tangan atau pergelangan tangan

Panduan Latihan Berbasis Bukti

Trigger finger yang masih di tahap awal bisa disembuhkan tanpa perlu operasi. Peluang sembuhnya akan jauh lebih besar jika ditangani lebih dini. Berbagai penelitian membuktikan bahwa pemakaian penyangga jari (splint), latihan peregangan jari, dan penyesuaian pada kebiasaan sehari-hari efektif untuk mengatasi keluhan ini

Fase 1 (Proteksi & Mengatasi Peradangan)

Gambar 1. Penyangga jari (finger splint) pada kasus trigger finger
  • Gunakan penyangga jari (splint) di malam hari: Gunakan penyangga untuk menahan bagian pangkal jari agar posisinya tetap lurus atau rileks. Pastikan sendi jari bagian tengah dan ujung tetap dibiarkan bebas bergerak. Pemakaian penyangga saat tidur sangat membantu mencegah jari menekuk tanpa sadar.
  • Modifikasi aktivitas: hindari gerakan menggenggam repetitif yang kuat, istirahat setiap 30 menit aktivitas tangan intensif
  • Kompres hangat: rendam jari dalam air hangat selama 10–15 menit sebelum latihan
Finger Extension Stretch - 3x10reps
Finger Touch Thumb Tendon Gliding - 2x10reps

Fase 2&3

Coming Soon

Referensi Pendukung

  1. Shohda E, Sheta RA. Misconceptions about trigger finger: a scoping review. Definition, pathophysiology, site of lesion, etiology. Trigger finger solving a maze. Adv Rheumatol. 2024;64:53.doi: 10.1186/s42358-024-00379-7.Buka sumber
  2. Roh YH, et al. Comparative study of corticosteroid injection and splinting for the treatment of trigger digits in patients with diabetes. J Hand Surg Eur Vol. 2021;46(4):420–5.doi: 10.1177/1753193420971558Buka sumber
  3. Donati D, Ricci V, Boccolari P, et al. From diagnosis to rehabilitation of trigger finger: a narrative review. BMC Musculoskelet Disord. 2024;25(1):1061. Published 2024 Dec 23. doi:10.1186/s12891-024-08192-5doi: 10.1186/s12891-024-08192-5Buka sumber
  4. Choi YK, Sit RW, Wang B, Cheuk C, Lee MK, Leung KWM. Clinical effectiveness of Finger gliding Exercise for patients with trigger fingers receiving steroid injection: a Randomized Clinical Trial. Sci Rep. 2025;15(1):5141. Published 2025 Feb 11. doi:10.1038/s41598-025-89436-9doi: 10.1038/s41598-025-89436-9Buka sumber
  5. Yanko E, Thomson C, Bourassa R, Gasmo C, Le T, Crockett K. A collaborative interdisciplinary approach for trigger finger management. J Hand Ther. 2025 Jan 15:S0894-1130(24)00169-8.doi: 10.1016/j.jht.2024.08.010.Buka sumber
Editorial

Artikel Terkait

Artikel lain di Cedera Umum, Pergelangan Tangan.

Lihat semua di section ini