Anda sedang asyik bermain sepak bola dan mencoba menendang bola sekuat tenaga, atau sedang mempercepat lari, namun tiba-tiba terasa nyeri tajam di paha bagian depan. Rasa sakit ini seketika membuat anda berhenti melangkah. Cedera otot paha depan (quadriceps strain) sering kali datang tiba-tiba dan membatasi aktivitas harian. Bolehkah kaki langsung ditekuk? Kapan aman untuk kembali berolahraga? Artikel ini merangkum panduan konkret berdasarkan literatur medis terkini.
Apa itu Cedera Otot Paha Depan (Quadriceps Strain)?
Otot paha depan (quadriceps) terdiri dari empat otot besar yang bersatu (rectus femoris, vastus lateralis, vastus medialis, dan vastus intermedius). Kelompok otot ini berfungsi utama untuk meluruskan lutut, satu otot (rectus femoris) juga berfungsi untuk menekuk pinggul ke atas [1]. Cedera paha depan atau quadriceps strain terjadi ketika serat-serat pada otot ini teregang melampaui batas elastisitasnya, yang berujung pada robekan. Di antara keempat otot tersebut, rectus femoris adalah yang paling rentan mengalami cedera karena anatominya yang melintasi dua sendi (sendi pinggul dan sendi lutut), membuatnya menanggung beban yang lebih besar [2].
Mekanisme Terjadinya Cedera
Cedera pada otot paha depan umumnya terjadi pada situasi di mana otot harus menghasilkan tenaga ledak yang besar, atau saat otot memanjang namun harus menahan beban secara bersamaan (kontraksi eksentrik) [2, 3]. Momen paling berisiko terjadi saat gerakan menendang (seperti pada sepak bola atau bela diri), melompat, atau saat melakukan deselerasi (mengerem laju lari secara tiba-tiba). Pada fase persiapan menendang, paha depan diregangkan secara maksimal ke belakang sebelum akhirnya dikontraksikan secara eksplosif ke depan. Transisi gaya yang mendadak inilah yang sering menyebabkan serat otot kewalahan dan cedera[3, 4].
Gejala Umum
Bila Anda mengalami kondisi ini, tubuh biasanya memberikan sinyal yang cukup jelas. Beberapa gejala umum meliputi [1, 2]: - Sensasi nyeri yang tajam atau seperti ditarik di bagian depan paha saat bergerak. - Pembengkakan pada paha bagian depan, kadang disertai memar (perubahan warna kebiruan) yang muncul satu hingga dua hari setelah kejadian. - Kelemahan otot yang signifikan, terutama saat mencoba meluruskan lutut melawan tahanan atau mengangkat kaki lurus ke atas. - Nyeri yang bertambah saat otot diregangkan, misalnya ketika Anda mencoba menekuk lutut ke arah bokong.
Faktor Risiko: Siapa yang Rentan?
Riwayat Cedera Paha Depan: Otot yang pernah cedera dan sembuh sering kali membentuk jaringan parut yang kurang elastis dibandingkan serat otot asli, meningkatkan risiko cedera ulang di lokasi yang sama atau sekitarnya [4]. Kelelahan Otot: Otot yang lelah akibat aktivitas berat atau kurang istirahat tidak dapat menyerap energi kinetik dengan baik, sehingga lebih mudah robek [5]. Kurangnya Pemanasan: Otot-otot yang belum melakukan pemanasan memiliki elastisitas yang lebih rendah, membuatnya kaku dan rentan cedera saat dipaksa melakukan gerakan eksplosif [2].
Pemulihan dan Exercises
Pemulihan yang aman tidak berarti diam total, melainkan memberikan beban (load) yang tepat sesuai fase penyembuhan. Mulailah dengan intensitas sangat rendah dan tingkatkan secara perlahan [2, 6].
Referensi Pendukung
- Kary JM. Diagnosis and management of quadriceps strains and contusions. Curr Rev Musculoskelet Med. 2010;3(1-4):26-31.doi:
doi:10.1007/s12178-010-9064-5Buka sumber - Mendiguchia J, Alentorn-Geli E, Idoate F, Myer GD. Rectus femoris muscle injuries in football: a clinically relevant review of mechanisms of injury, risk factors and preventive strategies. Br J Sports Med. 2013 Apr;47(6):359-66.doi:
doi: 10.1136/bjsports-2012-091250. Epub 2012 Aug 3. PMID: 22864009.Buka sumber - Eckard TG, Kerr ZY, Padua DA, Djoko A, Dompier TP. Epidemiology of Quadriceps Strains in National Collegiate Athletic Association Athletes, 2009-2010 Through 2014-2015. J Athl Train. 2017 May;52(5):474-481.doi:
doi: 10.4085/1062-6050-52.2.17. Epub 2017 Apr 6. PMID: 28383282; PMCID: PMC5455251.Buka sumber - Gérard R, Gojon L, Decleve P, Van Cant J. The Effects of Eccentric Training on Biceps Femoris Architecture and Strength: A Systematic Review With Meta-Analysis. J Athl Train. 2020 May;55(5):501-514.doi:
doi: 10.4085/1062-6050-194-19. Epub 2020 Mar 27. PMID: 32216654; PMCID: PMC7249279.Buka sumber - Ishøi L, Krommes K, Husted RS, Juhl CB, Thorborg K. Diagnosis, prevention and treatment of common lower extremity muscle injuries in sport - grading the evidence: a statement paper commissioned by the Danish Society of Sports Physical Therapy (DSSF). Br J Sports Med. 2020 May;54(9):528-537.doi:
doi: 10.1136/bjsports-2019-101228. Epub 2020 Jan 14. PMID: 31937579; PMCID: PMC7212929.Buka sumber - Pietsch S, Pizzari T. Risk Factors for Quadriceps Muscle Strain Injuries in Sport: A Systematic Review. J Orthop Sports Phys Ther. 2022 Jun;52(6):389-400.doi:
doi: 10.2519/jospt.2022.10870. PMID: 35647880.Buka sumber



