Banyak pelari merasa frustrasi karena cedera ini sering kali tidak terlihat bengkak besar ataupun memar, namun nyerinya sangat mengganggu aktivitas. Di artikel ini, kita akan membahas secara konkret apa sebenarnya ITBS itu, mengapa bisa terjadi, dan langkah-langkah berbasis bukti dari literatur medis terkini untuk membantu anda kembali bergerak tanpa rasa sakit.
Apa itu Sindrom Iliotibial Band (ITBS)?
Iliotibial band (IT band) bukanlah sebuah otot, melainkan jaringan ikat tebal (fascia) yang membentang dari bagian luar panggul, turun melintasi paha bagian luar, dan menempel pada bagian luar tulang kering tepat di bawah lutut [1]. Jaringan ini berfungsi seperti pegas mekanis yang menstabilkan lutut dan panggul Anda selama bergerak [2]. Nyeri lutut samping (Iliotibial band syndrome) adalah cedera akibat beban berlebih (overuse) yang terjadi ketika area di sekitar persendian lutut luar mengalami iritasi berulang. Bukti anatomis yang lebih baru menunjukkan bahwa nyeri ini sebenarnya berasal dari kompresi atau tekanan pada jaringan lemak yang sangat sensitif dan kaya akan persarafan di bawah IT band tersebut [3, 4].
Mekanisme Terjadinya Cedera
ITBS sangat erat kaitannya dengan gerakan menekuk dan meluruskan lutut secara berulang. Saat Anda berlari, IT band menegang dan melintasi tonjolan tulang di sisi luar lutut (epikondilus femoralis lateral) [3]. Pada sudut tekukan lutut sekitar 30 derajat yang persis terjadi saat fase awal menapak (foot strike) saat berlari, kompresi pada jaringan lemak dibawah IT band berada pada titik puncaknya [4]. Jika beban tegangan ini terjadi secara masif (misalnya akibat menambah jarak lari secara drastis) tanpa diimbangi kekuatan panggul, tekanan berulang ini akan memicu peradangan lokal dan nyeri hebat.
Gejala Umum
Gejala ITBS biasanya memiliki pola mekanis yang khas. Beberapa tanda utama meliputi [1, 3]:
- Rasa nyeri tajam, menusuk, atau sensasi terbakar di bagian luar lutut.
- Nyeri sering kali tidak terasa pada awal berlari, tetapi mulai muncul setelah Anda menempuh jarak tertentu dan perlahan semakin memburuk hingga memaksa berhenti.
- Nyeri semakin tajam saat Anda berlari menuruni bukit (down hill) yang mengharuskan lutut menahan beban ekstra saat ditekuk.
- Terasa sensasi "klik" yang menyakitkan di sisi luar lutut.
Faktor Risiko: Siapa yang Rentan?
- Peningkatan Beban Latihan Mendadak Menambah jarak tempuh lari (mileage) terlalu cepat melebihi kapasitas adaptasi mekanis jaringan. Ini adalah pemicu utama cedera overuse [5].
- Kelemahan Otot Panggul Otot panggul samping yang lemah gagal menjaga posisi panggul saat satu kaki menapak. Akibatnya, kaki cenderung menekuk ke dalam, dan IT band harus bekerja ekstra keras untuk menstabilkan lutut [5, 6].
- Mekanika Lari yang Kurang Baik Pelari yang mendarat dengan kaki menyilang garis tengah tubuh (cross-over gait) memberikan tegangan kompresi lateral yang jauh lebih besar pada lutut luar [7].
Pemulihan dan Exercises
Kunci pemulihan ITBS adalah memodifikasi beban kerja dan memperkuat struktur penyangga pinggul. Mengistirahatkan lutut dari aktivitas yang memicu nyeri (lari) adalah langkah pertama [1].
Level 1 - Fase akut
IT Band Stretch (standing) 3 set x 30 detik per sisi Silangkan kaki yang cedera di belakang kaki yang sehat, lalu miringkan tubuh ke sisi kaki yang sehat sambil mengangkat tangan ke atas. Regangan akan terasa di bagian luar paha.
Hip Flexor Stretch (kneeling) 3 set x 30 detik Posisikan tubuh seperti lunge dengan lutut kaki yang sakit berada di belakang dan menyentuh lantai. Dorong pinggul ke depan sampai terasa regangan di bagian depan pinggul kaki belakang.
Foam Rolling (lateral thigh) 2–3 menit per sisi Berbaring miring dengan foam roller di bawah sisi luar paha. Gulungkan tubuh perlahan dari area lutut ke pinggul, lalu berhenti sekitar 30 detik pada bagian yang terasa paling tegang atau sensitif.
Level 2 & 3
Coming Soon...
Referensi Pendukung
- Mellinger S, Neurohr GA. Evidence based treatment options for common knee injuries in runners. Ann Transl Med. 2019;7(Suppl 7):S249.doi:
doi:10.21037/atm.2019.04.08Buka sumber - Hutchinson LA, Lichtwark GA, Willy RW, Kelly LA. The Iliotibial Band: A Complex Structure with Versatile Functions in Sports. Sports Med. 2022;52(5):953-968.
- Geisler PR. Iliotibial Band Pathology: Synthesizing the Available Evidence for Clinical Update. J Athl Train. 2021;56(8):805-815.
- Fairclough J, Hayashi K, Toumi H, et al. The functional anatomy of the iliotibial band during flexion and extension of the knee: implications for understanding iliotibial band syndrome. J Anat. 2006;208(3):309-316.
- Aderem J, Louw QA. Biomechanical risk factors associated with iliotibial band syndrome in runners: a systematic review. BMC Musculoskelet Disord. 2015;16:356
- McKay J, Maffulli N, Aicale R, Taunton J. Iliotibial band syndrome rehabilitation in female runners: a pilot randomized study. J Orthop Surg Res. 2020;15(1):188
- Riel H, Matthews M, Vicenzino B, Bandholm T, Thorborg K, Rathleff MS. Efficacy of Live Feedback to Improve Objective and Subjective Clinical Outcomes in Iliotibial Band Syndrome: A Randomized Controlled Trial. Orthop J Sports Med.



