Bukti puluhan tahun menempatkan aktivitas fisik teratur sebagai salah satu pilar utama pengelolaan diabetes tipe 2, sejajar dengan farmakoterapi dan modifikasi pola makan.
Target ADA 2024
- Minimal 150 menit per minggu aktivitas aerobik intensitas sedang
- 2 hingga 3 sesi latihan resistensi per minggu pada hari tidak berurutan
- Hindari periode duduk lebih dari 30 menit berturut-turut
- Latihan keseimbangan dan fleksibilitas 2 hingga 3 kali per minggu untuk lansia
Manfaat klinis
Aktivitas fisik teratur menurunkan HbA1c rata-rata 0.5 hingga 0.7 persen pada pasien diabetes tipe 2. Manfaat tambahan termasuk perbaikan profil lipid, tekanan darah, serta sensitivitas insulin.
Pertimbangan keamanan
Pasien dengan komplikasi seperti neuropati perifer, retinopati proliferatif, atau riwayat kardiovaskular signifikan perlu konsultasi sebelum memulai program intensitas tinggi.
“Pada diabetes tipe 2, olahraga bukan tambahan terapi. Olahraga adalah obat.”
Referensi Pendukung
- American Diabetes Association. Standards of Care in Diabetes, 2024. Diabetes Care. 2024;47(Suppl 1).doi:
10.2337/dc24-S005Buka sumber - American College of Sports Medicine. ACSM's Guidelines for Exercise Testing and Prescription, 11th edition. Wolters Kluwer; 2024.
- American Heart Association. 2021 Scientific Statement on Resistance Exercise Training and Cardiovascular Health. Circulation. 2021;143:e1-e20.doi:
10.1161/CIR.0000000000000958Buka sumber