ResepGerak.ID
Panduan

Panduan Latihan Diastasis Recti Pascapersalinan

Panduan Berbasis Bukti: Latihan untuk Diastasis Recti setelah Melahirkan, dari Minggu Pertama hingga Kembali Berolahraga

Ilustrasi: Panduan Latihan Diastasis Recti Pascapersalinan

Bayi sudah lahir, tapi perut masih terlihat "menggembung". Saat bangun dari tempat tidur, muncul tonjolan memanjang di garis tengah perut. Pertanyaan yang hampir selalu muncul: "Apakah otot perut saya robek? Bolehkah saya olahraga? Apakah sit-up justru memperparah?" Kabar baiknya, kondisi ini sangat umum dan bukan robekan otot. Untuk ibu tanpa komplikasi, latihan dapat dimulai bertahap segera setelah kondisi medis memungkinkan [1]. Bukti terbaru menunjukkan latihan terstruktur dapat mempersempit jarak otot perut beberapa milimeter dan, yang lebih penting, memperbaiki kekuatan dan fungsi otot perut serta dasar panggul [5,7,11,12].

Apa Itu Diastasis Recti?

Diastasis recti abdominis (DRA) adalah melebarnya jarak antara dua sisi otot rectus abdominis (otot "six-pack") di sepanjang garis tengah perut, yang disebut linea alba [19]. Jaringan ini meregang untuk memberi ruang bagi rahim yang membesar selama kehamilan.

Seberapa sering terjadi?

Sebuah studi pada 1.000 ibu menemukan DRA (jarak >2 cm) masih ada pada 36% ibu di 3 tahun pascapersalinan; dengan kriteria lebih ketat (>3 cm), angkanya 13% [2]. Risikonya lebih tinggi pada ibu dengan kehamilan berulang, kehamilan kembar, BMI tinggi, dan diabetes [2,3]. Selain soal penampilan, DRA dapat berkaitan dengan berkurangnya fungsi otot perut, keluhan dasar panggul, dan nyeri punggung bawah

Apa Kata Bukti Ilmiah?

Latihan fisik memiliki banyak manfaat untuk diastasis recti. Manfaat terbesarnya ada pada fungsi, bukan sekadar "menutup celah". Inilah gambaran dari penelitian 2021–2026:

  • Jarak otot perut menyempit. Meta-analysis 9 RCT menemukan latihan terstruktur mempersempit jarak sekitar 8 mm dibanding tanpa latihan [5]. Studi lain melaporkan efek lebih kecil, sekitar 4–7 mm, dan menilai perubahan ini belum tentu bermakna secara klinis [4,8,10].
  • Mulai lebih awal, hasil lebih baik. Program yang dimulai sebelum 3 bulan pascapersalinan memberi penyempitan lebih besar (sekitar 10 mm) [5].
  • Kombinasi otot dalam dan luar lebih efektif. Program yang melatih otot perut bagian dalam (transversus abdominis) sekaligus bagian luar (rectus dan oblique) memberi hasil lebih baik daripada melatih satu otot saja [7]. Latihan otot dalam saja belum terbukti cukup sebagai terapi tunggal [6].
  • Efek bisa berbeda per lokasi. Penyempitan lebih konsisten di bawah pusar dibanding di atas pusar [9].
  • Manfaat fungsional jelas. Latihan meningkatkan kekuatan dan ketebalan otot perut, ketahanan core, citra tubuh, dan mengurangi keluhan dasar panggul [12,13]. Latihan dasar panggul menurunkan risiko mengompol sekitar 37% [11].
  • Korset dan kinesio tape bukan pengganti latihan. Efeknya rendah hingga sedang dan lebih baik bila dikombinasi dengan latihan [7,10].

Program latihan

Program yang paling efektif menggabungkan latihan napas, dasar panggul, serta otot perut bagian dalam dan luar, lalu ditingkatkan bertahap [7,11].

Glute bridge (3x10 reps)
Bird dog (2x10 reps). Lakukan secara perlahan
Bodyweight Squat (3x10 reps)
Palloff press (3x 10-15 detik)
Heel slides (3x10 reps/ kaki)
Dead Bug (3x10 reps)

Referensi Pendukung

  1. ACOG Committee on Obstetric Practice. ACOG Committee Opinion No. 804: Physical Activity and Exercise During Pregnancy and the Postpartum Period. Obstet Gynecol. 2020;135(4):e178-e188doi: 10.1097/AOG.0000000000003772Buka sumber
  2. Lin S, Lu J, Wang L, et al. Prevalence and risk factors of diastasis recti abdominis in the long-term postpartum: a cross-sectional study. Sci Rep. 2024;14(1):25640.doi: 10.1038/s41598-024-76974-xBuka sumber
  3. Balasch-Bernat M, Pérez-Alenda S, Carrasco JJ, et al. Differences in inter-rectus distance and abdominopelvic function between nulliparous, primiparous and multiparous women. Int J Environ Res Public Health. 2021;18(23):12396doi: 10.3390/ijerph182312396Buka sumber
  4. Benjamin DR, Frawley HC, Shields N, et al. Conservative interventions may have little effect on reducing diastasis of the rectus abdominis in postnatal women: a systematic review and meta-analysis. Physiotherapy. 2023;119:54-71. doi: 10.1016/j.physio.2023.02.002doi: 10.1016/j.physio.2023.02.002Buka sumber
  5. Lyons G, Nogueira R, Viana SW, et al. What is the evidence for abdominal and pelvic floor muscle training to treat diastasis recti abdominis postpartum? An updated systematic review and meta-analysis of randomized clinical trials and trial sequential analysis. Hernia. 2026;30(1). doi: 10.1007/s10029-026-03660-4doi: 10.1007/s10029-026-03660-4Buka sumber
Editorial

Artikel Terkait

Artikel lain di Panduan, Kehamilan.

Lihat semua di section ini