Pandangan lama yang melarang ibu hamil berolahraga sudah lama digantikan oleh bukti yang sangat berbeda. Aktivitas fisik teratur memberi manfaat signifikan, baik untuk ibu maupun bayi.
Pedoman umum
- 150 menit per minggu aktivitas aerobik intensitas sedang
- Latihan resistensi 2 kali per minggu
- Stretching ringan dan latihan dasar pelvic floor
- Hindari posisi terlentang lama setelah trimester pertama
Adaptasi per trimester
Trimester pertama: pertahankan pola sebelum hamil, modifikasi intensitas bila mual. Trimester kedua: hindari latihan berdampak tinggi, fokus pada kekuatan dan stabilitas. Trimester ketiga: turunkan intensitas, prioritaskan jalan kaki, renang, dan latihan pelvic floor.
“Aktivitas fisik yang tepat selama kehamilan adalah hadiah bagi ibu dan bayi.”
Referensi Pendukung
- American College of Sports Medicine. ACSM's Guidelines for Exercise Testing and Prescription, 11th edition. Wolters Kluwer; 2024.
- World Health Organization. WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. Geneva: WHO; 2020.Buka sumber