Olahraga sebagai terapi untuk gangguan suasana hati bukan konsep baru, tetapi bukti dalam 15 tahun terakhir membuat rekomendasinya jauh lebih kuat dan spesifik.
Bukti klinis
Meta-analisis besar menunjukkan efek olahraga teratur terhadap gejala depresi ringan hingga sedang setara dengan SSRI atau terapi kognitif perilaku, dengan profil efek samping yang jauh lebih baik.
Resep praktis
- Frekuensi 3 sesi per minggu
- Intensitas sedang, durasi 30 hingga 45 menit per sesi
- Latihan aerobik (jalan cepat, bersepeda) atau resistensi, keduanya bermanfaat
- Komponen sosial (kelompok lari, kelas grup) menambahkan efek positif
“Untuk depresi ringan hingga sedang, olahraga teratur sebanding dengan terapi farmakologis dan psikoterapi.”
Referensi Pendukung
- American College of Sports Medicine. ACSM's Guidelines for Exercise Testing and Prescription, 11th edition. Wolters Kluwer; 2024.
- World Health Organization. WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. Geneva: WHO; 2020.Buka sumber
- Schuch FB, Vancampfort D, Richards J, et al. Exercise as a treatment for depression: a meta-analysis adjusting for publication bias. J Psychiatr Res. 2016;77:42-51.doi:
10.1016/j.jpsychires.2016.02.023Buka sumber