ResepGerak.ID
Cedera Umum

Pes Anserinus Bursitis: Panduan Berbasis Bukti

Nyeri di sisi dalam lutut bagian bawah, terutama saat naik tangga? Kenali pes anserinus bursitis.

Ilustrasi: Pes Anserinus Bursitis: Panduan Berbasis Bukti

Anda sering merasakan nyeri di lutut bagian dalam bagian bawah tepat di bawah sendi, sekitar 5 cm dari garis sendi lutut yang semakin terasa saat naik tangga, jongkok, atau bahkan berbaring miring dengan kedua lutut bertemu? Kemungkinan besar ini adalah peradangan pada bantalan pelumas di sisi dalam lutut, di daerah pertemuan beberapa otot penyangga lutut. pertemuan tiga otot hamstring medial. Kondisi ini sangat umum pada penderita diabetes, obesitas, dan osteoartritis, namun sering salah didiagnosis sebagai 'nyeri lutut biasa'.

Apa itu Pes Anserinus Bursitis?

'Pes anserinus' (Bahasa Latin: 'kaki angsa') adalah nama untuk titik perlekatan tiga otot yaitu: sartorius, gracilis, dan_ semitendinosus_. Ketiga otot ini menyatu dan melekat di tibia bagian dalam (medial) yang menyerupai kaki angsa, itulah asal namanya.

Di bawah titik perlekatan ini terdapat bursa, kantong berisi cairan yang berfungsi sebagai bantalan antara tendon dan tulang. Ketika bursa ini meradang, terjadilah pes anserinus bursitis: nyeri yang khas di area 3–5 cm di bawah garis sendi lutut pada sisi dalam. Kondisi ini sangat sering dijumpai bersamaan dengan osteoartritis lutut dan sangat relevan untuk populasi Indonesia mengingat prevalensi diabetes tipe 2 yang tinggi (sekitar 11% populasi dewasa) dan tingkat obesitas yang terus meningkat [1,2].

Gambar 1. Anatomi Pes Anserinus Bursa yang terinflamasi

Mekanisme dan Faktor yang Memicu

Bursa pes anserinus bisa meradang akibat dua mekanisme utama:

  • Tekanan berlebih dan berulang: pada orang dengan lutut valgus (kaki X), obesitas, atau osteoartritis, tekanan pada sisi medial lutut meningkat sehingga bursa terkompresi terus-menerus
  • Gesekan berulang dari aktivitas overuse: pada atlet (pelari, pesepeda) yang berlatih intensif dengan teknik yang kurang tepat, terutama pada otot hamstring (otot paha belakang) yang kaku

Mengapa diabetes dan pes anserinus bursitis sering bersama? Penelitian menunjukkan bahwa diabetes mellitus terkait dengan perubahan komposisi cairan dan jaringan bursa, membuat bursa lebih rentan terhadap peradangan. Selain itu, penderita diabetes sering memiliki penyakit penyerta seperti obesitas dan osteoartritis yang juga merupakan faktor risiko [2,3].

Gejala yang Khas

  • Nyeri di sisi dalam lutut bagian bawah, sekitar 3–5 cm di bawah garis sendi
  • Nyeri memburuk saat naik tangga, jongkok, atau berdiri setelah duduk lama
  • Nyeri saat berbaring miring dengan kedua lutut bersentuhan tanpa bantal di antaranya
  • Nyeri saat malam hari yang mengganggu tidur, berbeda dari nyeri osteoartritis yang biasanya berkurang saat istirahat total
  • Kadang ada bengkak ringan atau rasa hangat di area yang nyeri

CATATAN: Nyeri pes anserinus bursitis sangat khas lokasinya. Jika nyeri terlokalisir tepat di garis sendi atau di sisi luar, lebih mungkin kondisi lain yang menjadi penyebab.

Faktor Risiko

  • Diabetes mellitus tipe 2, faktor risiko independen yang paling kuat
  • Obesitas, meningkatkan tekanan pada sisi medial lutut
  • Osteoartritis lutut Lutut valgus (kaki X) posisi anatomis yang meningkatkan tekanan medial
  • Pes planus (kaki datar) mengubah distribusi beban seluruh ekstremitas bawah
  • Atlet dengan hamstring kaku atau peningkatan volume latihan tiba-tiba

Program Latihan Berbasis Bukti

Penanganan lini pertama pes anserinus bursitis adalah non-operatif. Systematic review yang membahas knee bursitis tahun 2024 mengkonfirmasi bahwa kombinasi antarafisioterapi, modifikasi aktivitas, dan penguatan otot memberikan hasil yang baik untuk sebagian besar pasien. Untuk kasus yang tidak merespons, penyuntikan obat kortikosteroid atau PRP (Platelet-Rich Plasma) oleh dokter bisa dipertimbangkan sebagai langkah tambahan.

Fase 1 — Pengendalian Inflamasi

Tujuan: mengurangi peradangan bursa, memodifikasi aktivitas, mengendalikan nyeri.

RICE protocol modifikasi: istirahat (bukan imobilisasi total kecuali Grade III yang membutuhkan brace), kompres es 15–20 menit 3–4x sehari, elevasi kaki saat berbaring (menempatkan kaki cedera di posisi yang lebih tinggi daripada jantung).

Modifikasi aktivitas: hindari naik tangga berulang, jongkok dalam, dan berlutut di permukaan keras selama fase akut.

Tidur dengan bantal di antara kedua lutut: mencegah tekanan di area bursa saat tidur miring.

Hamstring stretch lembut: tahan 20–30 detik, 3 kali, 2x sehari.

Seated Hamstring Stretch

Referensi Pendukung

  1. Croft AC, Klenofsky B, De La Garza Ramos R, et al. Knee Bursae: A Comprehensive Review of Clinical Evaluation, Imaging Differentiation, and the Expanding Role of Biologic Therapies. Arthroscopy. 2025 (systematic review, PRISMA). PubMed 2024.doi: OI: 10.1177/19476035251362434Buka sumber
  2. Gouda W, Abbas AS, Abdel-Aziz TM, et al. Comparing the Efficacy of Local Corticosteroid Injection, Platelet-Rich Plasma, and ESWT in Pes Anserine Bursitis: A Prospective Randomized Comparative Study. Biomed Res Int. 2023;2023:5545520.doi: DOI: 10.1155/2023/5545520Buka sumber
  3. Homayouni K, Foruzi S, Kalhori F. Effects of kinesiotaping versus non-steroidal anti-inflammatory drugs and physical therapy for treatment of pes anserinus tendino-bursitis: A randomized comparative clinical trial. Phys Sportsmed. 2016 Sep;44(3):252-6.doi: doi: 10.1080/00913847.2016.1199251.Buka sumber
  4. Uysal F, Akbal A, Gokmen F, Adam G, Resorlu M. Prevalence of pes anserinus bursitis in symptomatic osteoarthritis patients: an ultrasonographic prospective study. Clin Rheumatol. 2015;34(3):529-533.doi: DOI: 10.1007/s10067-014-2653-8Buka sumber
  5. Alvarez-Nemegyei J. Risk factors for pes anserinus syndrome: a case-control study. J Clin Rheumatol. 2007;13(2):63-65.doi: DOI: 10.1097/01.rhu.0000262082.84624.37Buka sumber
Editorial

Artikel Terkait

Artikel lain di Cedera Umum, Lutut.

Lihat semua di section ini