ResepGerak.ID
Panduan

Demensia: Latihan Berbasis Bukti

Demensia bukanlah alasan untuk berhenti menggerakkan tubuh. Pelajari resep olahraga yang aman dan efektif untuk demensia berdasarkan ACSM & WHO Guidelines.

Ilustrasi: Demensia: Latihan Berbasis Bukti

Mendapat diagnosis demensia adalah momen yang berat. Kabar baiknya, aktivitas fisik adalah salah satu cara paling kuat untuk melawan demensia. Bukan untuk menyembuhkan, tapi untuk memperlambat penurunan fungsi otak, menjaga kemandirian lebih lama, dan meningkatkan kualitas hidup sehari-hari. Orang dengan demensia yang tetap aktif bergerak memiliki penurunan kognitif yang lebih lambat, risiko jatuh lebih rendah, dan suasana hati yang lebih stabil.

Mengapa Olahraga Penting untuk Penderita Demensia?

  • Meningkatkan aliran darah ke otak: Latihan aerobik meningkatkan sirkulasi ke hippocampus (area kunci memori), membantu mendukung suplai oksigen dan nutrisi ke otak.
  • Merangsang BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor): Olahraga aerobik mendorong produksi 'pupuk' bagi sel otak membantu sel bertahan lebih lama dan membentuk koneksi baru.
  • Mengurangi gejala perilaku: Agitasi, kecemasan, dan gangguan tidur terbukti berkurang secara signifikan dengan latihan rutin
  • Mencegah jatuh dan mempertahankan kemandirian: Penderita demensia memiliki risiko jatuh 3× lebih tinggi dari lansia sehat. Latihan kekuatan dan keseimbangan membantu menjaga fungsi fisik ini.

Rekomendasi Latihan

WHO Guidelines on Risk Reduction of Cognitive Decline 2019 merekomendasikan aktivitas fisik sebagai bagian penting dalam penanganan demensia._ NICE Guideline NG97 _2018 juga merekomendasikan program latihan terstruktur sebagai intervensi non-farmakologis lini pertama. Latihan tersebut terdiri dari:

  • Minimal 150 menit/minggu latihan aerobik intensitas sedang
  • Latihan kekuatan minimal 2 hari per minggu
  • Latihan keseimbangan ≥3 hari per minggu untuk mencegah jatuh

Latihan Aerobik

Latihan aerobik adalah tulang punggung program olahraga untuk demensia. Penelitian menunjukkan latihan aerobik terstruktur memperbaiki fungsi kognitif secara bermakna pada demensia ringan–sedang.

  • Frekuensi: 3–5 kali per minggu. Hindari lebih dari 2 hari berturut-turut tanpa istirahat.
  • Intensitas: sedang (masih bisa berbicara satu kalimat penuh). Skala usaha 4–5/10 (RPE).
  • Durasi: Mulai 10–15 menit per sesi. Naik 5 menit setiap 2 minggu. Target: 30 menit.
  • Jenis: Jalan kaki , sepeda statis, renang, dan senam

Latihan Kekuatan

Sarkopenia (berkurangnya massa otot) pada penderita demensia terjadi lebih cepat akibat berkurangnya aktivitas yang mengakibatkan sulit bangkit dari kursi, mudah jatuh, dan kehilangan kemandirian lebih dini. Latihan kekuatan terbukti memperbaiki kemampuan fungsional ini.

  • Frekuensi: 2–3 kali per minggu, dengan 1 hari istirahat di antara sesi.
  • Intensitas: Ringan–sedang. Mulai dari berat badan sendiri, tingkatkan secara bertahap.
  • Durasi: 15–20 menit per sesi termasuk pemanasan dan pendinginan.
  • Jenis: Chair stand (duduk-berdiri), wall push-up, angkat tumit berpegangan, angkat kaki ke samping, latihan lengan dengan botol air.

Latihan Keseimbangan

Orang dengan demensia memiliki risiko jatuh 3× lebih tinggi akibat gangguan persepsi ruang, refleks lambat, dan perubahan cara berjalan. Latihan keseimbangan adalah investasi terpenting untuk keselamatan sehari-hari. Target latihan keseimbangan ≥3 kali per minggu.

  • Berdiri satu kaki: berpegangan kursi, angkat satu kaki 5–10 detik, bergantian. Mulai 2×5 detik.
  • Heel-to-toe walk: berjalan dengan ujung kaki menyentuh tumit langkah sebelumnya.
  • Peregangan ringan harian: regangan leher, bahu, betis. Tahan 15–20 detik per gerakan.

Referensi Pendukung

  1. WHO. Risk Reduction of Cognitive Decline and Dementia: WHO Guidelines. Geneva: WHO; 2019. ISBN: 9789241550543.doi: WHO GuidelinesBuka sumber
  2. National Institute for Health and Care Excellence (NICE). Dementia: assessment, management and support. NICE Guideline NG97. London: NICE; 2018. Available from: nice.org.uk/guidance/ng97doi: NICE GuidelineBuka sumber
  3. Wang S, Liu HY, Cheng YC, Su CH. Exercise Dosage in Reducing the Risk of Dementia Development: Mode, Duration, and Intensity-A Narrative Review. Int J Environ Res Public Health. 2021;18(24):13331. Published 2021 Dec 17. doi:10.3390/ijerph182413331doi: 10.3390/ijerph182413331Buka sumber
  4. Izquierdo M. Exercise for dementia prevention: Evidence for a flexible prescription. J Prev Alzheimers Dis. 2025;12(7):100249.doi: 10.1016/j.tjpad.2025.100249Buka sumber
  5. Chung YH, Wei CY, Tzeng RC, Chiu PY. Minimal amount of exercise prevents incident dementia in cognitively normal older adults with osteoarthritis: a retrospective longitudinal follow-up study. Sci Rep. 2023;13(1):16568. Published 2023 Oct 3.doi: 10.1038/s41598-023-42737-3Buka sumber